Minggu, 28 Maret 2010

WHITSUNTIDE WORSHIP

Revolution Live services Holy Spirit Mission, WHITSUNTIDE WORSHIP held every Sunday at the Marina Plaza, the city of Manado. Praise and worship service and the service of love to bless people in need. Medical services and health checks are free. Service of praise and worship God in Spirit and Truth.





Worship leader is Sister Youla Rais, Greity Rori Lumoindong with the delivery of and eagerly picked up the song to bring the congregation into the presence of God. A mother testified saw in his vision was "two hands are dripping blood continuously. God is expressing forgiveness, sacrifice for the salvation of many people, give yourself to plan. 



We humans are special magical ciptaaan eyes of God so do not waste your time you do not give yourself into the hands of God's glorious. Old people (senior citizens) do not feel you are helpless, but to take part in doing something big through prayer, a prayer for the servant of the Lord, for this service so that the realization of the vision of God which you have contributed, he reckoned that God provides wages, none of that was forgotten, he will not miscount, so what made you a reward. 

Marry prophetess so delivered Sumolang challenge for the congregation in his sermon to the main verse Romans 10:1-3.
"Brethren, my heart desire and my prayer to God is, that they may be saved.
For I can testify about them, that they have a zeal for the Elohim, but without a true understanding.
Because, because they do not know the truth of Elohim and because they are trying to establish their own righteousness, so they are not subject to the truth of Elohim "

The event is accompanied by the brother of Arnold's music lasted Besouw festive and visit the Lord happened to a mother experiencing recovery.


Pelayanan Live Revolution Holy Spirit Mission, menyelenggarakan WHITSUNTIDE WORSHIP setiap hari minggu di Marina Plaza, kota Manado. Pelayanan pujian dan penyembahan dan pelayanan kasih memberkati umat yang dalam kesulitan. Pelayanan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan diberikan secara gratis. Pelayanan pujian dan penyembahan pada Tuhan dalam Roh dan Kebenaran.

Pemimpin Worship adalah Saudari Youla Rais, Greity Rori Lumoindong dengan penyerahan dan penuh semangat mengangkat nyanyian untuk membawa jemaat masuk hadirat Tuhan. Seorang ibu bersaksi melihat dalam penglihatannya tampak " dua tangan yang meneteskan darah terus menerus". Tuhan sedang menyatakan pengampunannya, pengorbananNya demi keselamatan banyak orang, berilah dirimu untuk melakukan rencanaNya. 


Kita manusia adalah ciptaaan yang ajaib special dimata Tuhan jadi jangan sia-siakan dirimu jangan buang waktu berilah dirimu menjadi mulia ditangan Tuhan. Orang-orang tua (lanjut usia) jangan merasa dirimu tidak berdaya, tapi ambil bagian dalam melakukan hal yang besar melalui doa, menjadi pendoa bagi para hamba Tuhan, bagi pelayanan ini sehingga terwujudnya visi Tuhan yang besar maka anda memiliki andil, yang Tuhan perhitungkan Ia menyediakan upah, tidak ada satupun yang Ia lupakan, Ia tidak akan salah menghitung, jadi apa yang saudara buat ada upahnya.

 

Nabiah Marry Sumolang demikian menyampaikan tantangannya bagi jemaat dalam khotbahnya dengan ayat pokok Roma 10:1-3.
"Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.
Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Elohim, tetapi tanpa pengertian yang benar.
Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Elohim dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Elohim"

Acara yang diiringi musik oleh saudara Arnold Besouw berlangsung meriah dan lawatan Tuhan terjadi dengan seorang ibu mengalami kesembuhan.


Sabtu, 06 Februari 2010

Persekutuan Kerja-sama Antar Gereja Indonesia

Persekutuan Kerja Sama Antar Gereja-gereja Indonesia
(PEKAGI)


Kembalinya munculnya organisai kerjsama antar gereja untuk menjalin kebersamaan. menambah bukti akan kerinduan para hamba Tuhan untuk terwujudnya kebersamaan kesatuan, kerjasama antar hamba Tuhan. Ini menjawab berbagai permasalahan birokrasi antar gereja yang memperumit kerja sama, PEKAGI membangun kebersamaan antar gereja-gereja di Indonesia.

Penggagas dan Pendiri PEKAGI adalah hamba Tuhan Paulus Lumoindong almarhum berjuang hingga berdirinya PEKAGI sehingga semakin eratnya kerja-sama antar gereja di Indonesia, dalam menjawab berbagai tantangan pelayanan.

PEKAGI yang berpusat di Manado setelah beliau wafat kemudian mandek selama beberapa tahun, kini sejak tahun 2001 kembali menjalin kerja-sama setelah David DS Lumoindong (putra Paulus Lumoindong) menggalang kerja sama antar gereja dan pelayanan yang berpusat di Sulawesi Utara.

di bawah kordinasi David DS Lumoindong PEKAGI kembali bangkit menjadi wujud pelayanan Tubuh Kristus.

Minggu, 24 Januari 2010

Lumoindong Ministry


Lumoindong Ministry


Latar belakang keturunan

Keluarga Lumoindong dalam pelayanan spiritual tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia khususnya umat Nasrani dengan munculnya pembicara terkenal seperti Gilbert, Johan, Franklin, Paula.

Para anggota keluarga Lumoindong yang terkenal dalam pelayanan nasrani pada masa tahun 1940an hingga 1970an diantaranya Sambow IP Lumoindong sangat terkenal sehingga dipilih menjadi Sekjen pribumi pertama dan Frits Salem Lumoindong yang seolah-olah kini kurang dikenal karena tidak melibatkan diri dalam suksesi kepemimpinan nasional. Anak-anak SI Paul Lumoindong yang menjadi hamba Tuhan diantaranya Leopold Lumoindong, Paula Lumoindong, Yohanes Lumoindong juga cucunya Franklin Lumoindong, Sambow Paul Lumoindong dsb.

Frits Salem Lumoindong anaknya yang menjadi hamba Tuhan yaitu Paulus Lumoindong juga Magda Lumoindong Nelwan. Semua cucunya dari Paulus yang mengikuti jejaknya menjadi hamba Tuhan yaitu David DS Lumoindong, Revielfiano O Lumoindong, Trivijaya E.Lumoindong, Vigielia OC Lumoindong. Juga Dany Nelwan (putra Magda) Gembala di Gudo, seorang cucunya bernama Gilbert Lumoindong dari putra sulungnya Godlieb Lumoindong, sedangkan Frits Godlieb Lumoindong, SH. kakak Gilbert adalah tokoh mahasiswa pendiri Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI). Buah penaburan Frits Salem Lumoindong dengan airmata tanpa menuntut penghargaan telah mengorbankan harta, waktu, tenaga segalanya bagi Tuhan ternyata tidak sia-sia, Tuhan menghargai sebagai warisan rohani yang terus diberikan bagi anak cucunya yang mengikuti jejaknya, sama dengan berkat Abraham turun ke Ishak dan cucunya Yakub yang mau mengikuti jejak kakeknya berkat Tuhan turun sehingga diberkati. Berkat keberhasilan yang dialami anak cucunya termasuk Gilbert merupakan warisan dari perjuangan kakek dan orang tua, biarlah kita mewariskan yang baik kesetiaan, kerendahan hati, kasih sejati, pengorbanan, tidak mementingkan diri sendiri sebagai warisan bagi anak cucu.

Keterlibatan keturunan Lumoindong dalam hal kerohanian bukanlah hal baru generasi ini ternyata telah dimulai sejak generasi masa lalu dalam sejarah Minahasa terdapat seorang Walian Wangko (istilah untuk seorang Pemimpin agama tradisional/agama suku) bernama Lumoindong, rupanya keseriusan dalam hal kerohanian mencari kerajaan sorga menurun dari generasi ke generasi.

Keseriusan mencari Tuhan membuat keluarga yang menekuninya menemukan pencerahan dalam kehendakNya sehingga Roh Tuhan sebagai penuntun memakai saudara-saudari kita ini menjadi alatnya yang disertai dengan kuasa kemampuan supernatural.

Pdt.Gilbert Lumoindong,

Banyak kesaksian mujizat kesembuhan, pengalaman supernatural diceritakan setiap hamba Tuhan ini. Diantaranya terdapat kisah si raja santet Toni yang menyerang Gilbert dengan santet saat sementara berkhotbah tapi saat Gilbert berkata Alleluyah maka segala ilmu serangan santet menjadi mental dan bahkan terpental membalik menyerang si penyantet. "Toni" si jago santet mengalami sakit dan akhirnya mengakui akan kuasa "kesaktian" Tuhan dalam http://groups.google.co.id/group/lumoindong-world/web/gilbert.jpg?display=thumb&width=200&height=200Gilbert, itu sebabnya akhirnya "Toni" bertobat dan menjadi hamba Tuhan dengan mengganti namanya menjadi Toni Daud.

Pdt.Paula Lumoindong

Putri dari SI Paul Lumoindong yang menjadi hamba Tuhan bersama saudaranya Leopold Lumoindong, Yohanes Lumoindong, melayani diberbagai Negara diantaranya Thailand, Singapura. http://groups.google.co.id/group/lumoindong-world/web/n1631334289_6008.jpg?display=thumb&width=200&height=200

Pdt.Frans Lumoindong

Cucu dari Pdt.SI Paul Lumoindong yang menjadi hamba Tuhan diantaranya Franklin Lumoindong (gembala di jawa tengah), Sambow Paul Lumoindong (Amerika).

http://groups.google.co.id/group/lumoindong-world/web/IMG_0071_bigger.JPG?display=thumb&width=200&height=200

Pdt.Johan Lumoindong

Pdt.Johan Lumoindong, anak dari Robertus Lumoindong adik dari Pdt.SI Paul Lumoindong yang menjadi hamba Tuhan yang kini melayani di berbagai kota di Indonesia bahkan Negara lainnya, tentu tak lepas dari doa keluarga Lumoindong. Pelayanannya Mercytree ministry.

http://groups.google.co.id/group/lumoindong-world/web/n1826386994_7949.jpg?display=thumb&width=200&height=200

Pendiri Mercytree Ministry sebagai hamba Tuhan dengan kantor pelayanan di Jakarta.

Pastor Sambow Lumoindong

Ia cucu dari Pdt.SI Paul Lumoindong yang menjadi hamba Tuhan bersama Franklin Lumoindong (gembala di jawa tengah). Pastor Sam Lumoindong hamba Tuhan di Amerika pelayan di ECF Church.


Generasi Muda Lumoindong melayani

Generasi muda Keturunan Lumoindong yang terjun dalam pelayanan kini miliki banyak penerus pelayanan dimasa akan datang diantaranya

Ps.David DS Lumoindong

David DS Lumoindong cucu Pdt.Frits Salem Lumoindong dari putra satu-satunya yang menjadi hamba Tuhan yaitu Paulus Lumoindong juga. Menjadi Ketua Umum Jaringan Global Kristen sejak tahun 2001 wadah kerjasama dan komunikasi lembaga pelayanan baik persekutuan doa, gereja dan yayasan.

Ketua pelayanan Holy Spirit ministry, melayani Tuhan bersama adik-adiknya, kini juga telah menjangkau anak cucu Opa Frits yang lain bahkan cucu-cucu dari adik kaka opa Frits yang lain. Di pelayanan Holy Spirit banyak saudara keluarga Lumoindong bahkan Londong yaitu Ev.Dela Londong salah satu kordinator pelayanan ikut aktif bersama-sama melayani Tuhan. Pokoknya boleh dikata pelayanan ini terdiri dari para hamba Tuhan Lumoindong. Tua dan muda. Pelayanan yang membagikan sembako, mengadakan pengobatan gratis, pelayanan yang secara khusus menyisihkan kas uang perpuluhan untuk jemaat yang membutuhkan (kesusahan).

Pelayanannya menjangkau keluarga-keluarga Lumoindong di pelosok desa dan kota di Minahasa sebagian besar telah ditelusurinya sendiri sejak tahun 1998. Sehingga pada tahun 2007 ia diangkat menjadi Ketua Umum perkumpulan beberapa kerukunan Keluarga Lumoindong, Loindong, Longdong, Londong dari desa-desa.

Pelayanannya dimulai sejak usia 19 tahun dibawa bimbingan ayah dan ibunya, mengalami banyak mujizat Tuhan kemudian pada saat ayahnya meninggal dua kali didoakan dan dua kali juga bangkit dari kematian. Menurut kesaksian ayahnya setelah masuk sorga ia mendapat rumah yang luar biasa megah tidak pernah dilihatnya dibumi, tapi tiba-tiba ia dipanggil kembali kebumi.

Sejak usia 19 tahun ia telah memberi diri melayani Tuhan, mendirikan pelayanan Manado Youth for Christ. David DS Lumoindong bersama adik-adiknya Ps.Trivijaya Lumoindong, Direktur Lumindo dan Trivymart Ps.Vigielia OC.Lumoindong, (Direktur Forel group) melayani Tuhan bersama-sama.

Resensi buku : Inilah Pintu Gerbang Pengatahuwan Itu (Hhikajatnja Tuwah Tanah Minahasa) oleh J.G.F. Riedel diterbitkan di Batavia tahun 1862.

Resensi buku : Inilah Pintu Gerbang Pengatahuwan Itu (Hhikajatnja Tuwah Tanah Minahasa) oleh J.G.F. Riedel diterbitkan di Batavia tahun 1862.

Resensi buku : Inilah Pintu Gerbang Pengatahuwan Itu (Hhikajatnja Tuwah Tanah Minahasa) oleh J.G.F. Riedel diterbitkan di Batavia tahun 1862.

Buku setebal 55 halaman ini dikarang oleh Johan Gerhard Frederich Riedel. Ia adalah anak tertua dari penginjil J.F. Riedel yang datang di Tanah Minahasa bersama-sama dengan J.G. Schwarz pada tahun 1831. Latar belakang J.G.F. Riedel ini dapat menjadi salah satu catatan tersendiri bagi para pembaca buku ini. Ia lahir di Tondano pada tahun 1832. Ia juga besar di Tanah Minahasa sehingga tidak perlu heran bila ia mengerti betul tentang daerah ini. Setelah dewasa ia menjadi Controleur Minahasa kemudian menjadi Assistant Resident di Gorontalo, terakhir menjadi Resident Ambon.

Buku sejarah ini menjadi sumber utama dari buku-buku dan tulisan pada masa itu sampai sekarang. Dapat disimpulkan bahwa buku ini bersumber dari penuturan tua-tua kampung dari masa kecilnya sampai pada waktu ia menjadi pejabat penting di Minahasa dan Keresidenan Manado pada umumnya.

Buku ini dapat anda simak tanpa harus menggunakan kamus bahasa karena ditulis dalam bahasa Melayu Abad ke-19, yaitu lingua-franca di pelosok Nusantara saat itu, sehingga masih dapat anda pahami. Coba baca judul bab pertamanya: “Deri Pada Permulaan Bangsa-bangsa Minahasa Sampej Pada Harij Pembahagijan Fosoh Atawa Pahawetengan Nuwuh Itu”. Buku ini lebih merupakan ringkasan sejarah Minahasa karena isi buku ini banyak mencatat tentang peristiwa daerah-daerah (walak dan sebagainya) dengan nama-nama pelakunya.

Isi buku ini dibagi ke dalam tiga bagian, pertama dari permulaan bangsa Minahasa sampai pada masa pembagian foso atau pahawetengan nuwu di Batu Pinawetengan, kedua dari pembagian foso sampai pada masa permulaan peperangan orang Bolaang Mongondow dan ketiga dari permulaan peperangan orang Bolaang Mongondow sampai pada masa kedatangan orang kulit putih yaitu sampai masa Belanda.

Data Buku
Judul buku : Inilah Pintu Gerbang Pengatahuwan Itu (Hhikajatnja Tuwah Tanah Minahasa)
Penulis : J.G.F. Riedel
Tahun : 1862
Jumlah halaman : 55 halaman.

(Bodewyn Grey Talumewo)

TIGA LUMOINDONG PAHLAWAN GERAKAN PERSEKUTUAN/PENTAKOSTA/KARISMATIK

PAHLAWAN PENTAKOSTA INDONESIA

SIP Lumoindong,
Pdt. Sambow Ignatius Paul Lumoindong atau lebih dikenal dengan nama SIP Lumoindong (lahir di Manado, Sulawesi Utara, – meninggal di Semarang, adalah seorang rohaniawan Minahasa dari Sulawesi Utara, Indonesia. Ia adalah seorang rohaniawan nasional Indonesia. Sambow Ignatius Paul Lumoindong juga sebagai tokoh gereja. Ia dikenal dengan sebagai Pejuang Pinkstergemeente: Vereniging "Pinkstergemeente" in Indonesia. Atau disebut Persekutuan Jemaat Pentakosta Indonesia. Menjabat sebagai Sekjen, perintis gereja di semarang. Pelayanannya disertai dengan banyak mujizat, diawali dengan ayah mertuanya Agust Kops yang sakit parah dibawahnya menghadiri ibadah yang dipimpin misionari Groesbek dan Klaveren yang diajak oleh Van Gesel. Saat ibadah dan didoakan ayah mertuanya jatuh rebah tidak sadarkan diri dalam kuasa roh kudus hingga harus digotong saat pulang, esoknya ia mendapatkan ayah mertuanya sembuh total. Saat menunggangi kuda ia penuh sukacita memuji Tuhan, sehingga Roh Kudus menuhinya dan brbicara dengan bahasa yang diberikan Roh Kudus.


SIP Lumoindong juga adalah Pengusaha Sulawesi Utara, PEGAWAI BPM yang kemudian terpanggil menjadi hamba Tuhan bersama dengan adiknya Frits Salem Lumoindong yang juga melepaskan segala jabatan bisnis untuk melayani Tuhan. Ia meninggal di Semarang dalam kedudukan sebagai hamba Tuhan dan dimakamkan di Semarang. Anak cucunya menjadi hamba Tuhan diantaranya anak yaitu : Leo Lumoindong, Paula Lumoindong di Jawa cucunya diantaranya yaitu Franklin Lumoindong.


PAHLAWAN PENTAKOSTA INDONESIA YANG TAK DIKENANG/DILUPAKAN

FRITS SALEM LUMOINDONG


Frits dan kakaknya Sambow I Paul merupakan jemaat Pinkster yang mula-mula dibabtis bersama sepuluh orang yang lain. Mereka jemaat buah pelayanan pertama dari keluarga dari Pdt. Kornelius E. Groesbeek/Groesbeek Cornelis, Pdt.George Frederick van Gessel.

F.G. van Gessel melepaskan jabatan dengan gaji tinggi posisi (fl. 800, -) di Batavia Petroleum Company (Shell) ke bawah untuk sepenuhnya berbakti kepada Injil. Sebelum akhir tahun, sebenarnya jumlah pengunjung meningkat menjadi 50 orang. Masyarakat terutama terdiri dari Belanda dan berbahasa Belanda Indo.
Pentakosta kecil masyarakat di Cepu yang mengalami tekanan berat. Mereka mengejek dan difitnah. Diidentifikasi sebagai murtad dan menyesatkan. Pendeta Hoekendijk menekankan bahwa bahkan Kuat Community Pinkster Cepu, dan mukjizat yang terjadi.
Namun, oleh pekerjaan Tuhan yang luar biasa diperlukan waktu tiga bulan kemudian pada Maret 30, 1923 sebuah peristiwa besar bahwa salah satu tonggak pertama dalam sejarah Pentakosta di Indonesia. Benih Penuh Injil sejak Maret 1921 ditaburkan dengan air mata di Bali, mulai berbuah dengan air baptisan untuk pertama 13 orang ke Pasar Sore Square di Cepu. Baptisan ini dilakukan oleh Rev. Kornelius E. Groesbeek, yang dibantu oleh Rev. J. Thiessen, seorang misionaris dari Belanda. Di antara ini 13 itu F.G. dari Gessel dan istrinya, S.I.P. Lumoinding dan istrinya dan Agust Kops.
Antara tahun 1923-1928 dari gereja di Cepu tidak kurang dari 12 hamba Tuhan yang menerima Baptisan pertama di Indonesia yang menyebarkan injil ke Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Maluku. Di antara mereka: Pdt.F.G. Van Gessel, Pdt.S.I.P. Lumoindong, dan adiknya Pdt.Frits Salem lumoindong, Pdt W. Mamahit, Pdt.RO Mangindaan, August Kops (mertua SIP Lumoindong), Mr.Vicentie.

FS Lumoindong membuka sidang wonosobo, Randublatung dan beberapa sidang di Jawa, sebelum menjadi gembala ia membantu para perintis sidang di Sulawesi Utara diantaranya Pdt.Runtuwailan dan pelayanan di Minahasa dengan suport dana pelayanan bagi hamba-hamba Tuhan dan pembangunan tempat ibadah.


PAHLAWAN MENJADI KORBAN PENTAKOSTA

Paulus Lumoindong

Paulus Lumoindong, pendeta, Penggagas dan perintis Perkumpulan Lumoindong, penulis peneliti sejarah Minahasa dan Silsilah Lumoindong dan fam lainnya dari Minahasa. Pendiri dan Ketua yayasan Missi Sejahtera

Pdt. Paulus Lumoindong atau lebih dikenal dengan nama Polce Lumoindong (lahir di Wonosobo, Jawa Tengah, 5 April 1945 – meninggal di Manado, 22 Oktober 1991 pada umur 46 tahun) adalah seorang rohaniawan Minahasa dari Sulawesi Utara, Indonesia. Ia adalah seorang rohaniawan nasional Indonesia. Paulus Lumoindong juga sebagai tokoh gereja. Ia dikenal dengan sebutan: "Si Alkitab berjalan" yang artinya: menyampaikan ceramah, khotbah dengan dapat menyebutkan satu pasal kata demi kata tepat seperti isi kitab, bahkan dalam berbagai ejaan dan terjemahan. Dalam pelayanannya di sebuah KKR seorang fotografer memotret dan tampak bayangan wajah malaikat. Penginjilan dengan api kebangunan rohani, roh nubuatan, kesembuhan, mujizat banyak terjadi dalam pelayanannya. Ia sebagai penerus pelayanan Persekutuan Pinkstergemeente, Indonesia.

Mulai padamnya gerakan pentakosta dirasakan tahun 1970an, semangatnya yang bernyala untuk berdoa dan berpuasa membawanya berdoa puasa bersama mereka yang merindukan api gerakan pentakota berkobar lagi. Paulus Lumoindong pendiri lembaga Penginjilan Pentakosta Sedunia tahun 1970 bersama dengan sahabat-sahabatnya. Api Doa berkobar sehingga bersama team doa puasa mereka berdoa puasa berhari-hari bersama 400 an orang di kota Manado. Ribuan mujizat terjadi sehingga menarik banyak orang berduyun-duyun untuk mengalami mujizat kesembuhan, lawatan Tuhan. Beberapa orang yang telah meninggal diantaranya karena alkohol dan tewa kecelakaan lalulintas kemudian setelah didoakan tim persekutuan doa maka orang tersebut bangkit hidup kembali. Persekutuan doa yang mulanya hanya kelompok kecil kemudian telah menarik ratusan pendeta mengikutinya telah menjadi fenomena menarik di tahun 1970an. Para pemimpin organisasi yang merasa memiliki 'kuasa' mengadakan rapat untuk menghalangi gerakan ini meluas, hasil keputusan para pimpinan ini memecat para pendeta mereka yang ikut perekutuan doa tersebut.
Pendoa yang menjadi kordinator notabene hanyalah seorang kostor digereja tersebut selain dipecat juga dimasukkan ke penjara dengan tuduhan melakukan pertemuan organisasi terlarang. Menunggangi keputusan presiden untuk memberantas ormas terlarang, laporan tokoh organisasi besar dengan mudah diikuti oknum aparat, sehingga W.Pangkey ditahan sekitar 5 tahun, tanpa diperhadapkan ke pengadilan. Hal ini menggenapi firman "Kamu akan dimasukkan kepenjara oleh pemimpin agama demi nama Tuhan". Setelah penangkapan dan pemecatan besar-besaran para pendeta, maka sejak itu bermunculanlah berbagai organisasi baru di Sulawesi Utara untuk mendapatkan perlindungan hukum dalam berkumpul, beribadah. Diantaranya Yayasan Pekabaran injil Getsemani, Yayasan Pekabaran injil Kalvari, Berbagai persekutuan doa menjamur diseluruh Sulawesi utara bahkan merambat hingga keseluruh penjuru Indonesia. Kini persekutuan doa serta karismatik tak terbendung lagi, telah menjamur dimana-mana, bahkan yang dulunya dibenci dianggap sesat kini justru dibenarkan. Berbagai praktek persekutuan doa dan karismatik yang meluaskan bekerjanya Roh Kudus dengan manifestasi karunia kesembuhan, bahasa roh, dan lainnya juga pujian dengan menggunakan rebana dulunya ditolak oleh pimpinan organisasi besar kini justru sudah diadopsi menjadi ciri khas organisasi tersebut.

Paulus Lumoindong juga pendiri dan Ketua yang pertama Yayasan Missi Sejahtera . Ia meninggal di Manado hingga tiga kali setelah dua kali bangkit saat didoakan anak dan istrinya, etelah bangkit ia beraksi dibawah masuk sorga dan mendapatkan rumah pribadi yang diberikan Tuhan rumah luar biasa lebih dari istana dibumi, sedangkan rumah istrinya masih sementara dibangun. Saat meninggal ia sebagai Ketua persekutuan Jemaat Pentakosta Indonesia. Ia wafat pada tanggal 22 Oktober 1991 dan dimakamkan di Manado. Anak-anaknya menjadi hamba Tuhan yaitu David DS Lumoindong , Revielviano Offily Lumoindong , Trivijaya E Lumoindong , Vigielia Oral C Lumoindong

Pelayanan kasih JEMAAT PENTAKOSTA INDONESIA

Pelayanan kasih JEMAAT PENTAKOSTA INDONESIA Pelayanan yang memberi perhatian terhadap kebutuhan jasmani umat. Karena gereja adalah orangnya bukan bangunan, maka yang terlebih penting adalah pembangunan manusianya, jika jemaat secara jasmani kebutuhan pokoknya terpenuhi maka ia akan lebih banyak waktu disediakan bagi hal rohani dibandingkan yang sangat kekurangan. Khotbah Yahshua (Jesus) pada lima ribu pria dewasa selama beberapa hari, setelah melihat umat membutuhkan makanan, maka ia memberi penegasan pada para rasul (pemimpin gereja) katanya : "Kamu HARUS memberi mereka MAKAN" hal ini bukan hanya rohaniah tetapi secara ril Ia wujudkan dengan pengadaan makanan roti jasmani. Yahshua memberi contoh dan Ia sebagai guru yang mengajarkan kebenaran sebagai doktrin gereja yang seharusnya diterapkan dalam gereja. Hal ini juga ternyata terus dipraktekkan para rasul dalam gereja yang dipimpin mereka, hal ini dapat dilihat pada kisah para rasul, dikatakan "jemaat tidak seorangpun berkurangan" bahkan selanjutnya disebutkan karena perhatian hal kebutuhan jasmani menjadi bagian tugas gereja maka diangkatlah 7 diaken untuk menangani khusus hal ini. Pelayanan sosial menjadi tanggung jawab gereja, bukan hanya dikerjakan setahun sekali tapi menjadi salah satu tugas utama. Pelayanan perawatan orang sakit, penyediaan sembako, pakaian, rumah bahkan pekerjaan jemaat seharusnya gereja dapat memberikan solusi. Hal ini yang menjadi dasar dan praktek pelayanan Jemaat Pentakosta Indonesia dalam melayani umat. Selamat berjuang para pahlawan Yahweh. Weshalom Cohen JPI