Jumat, 22 Juli 2016

HARI RAYA YAHUDI

Hari Raya Yahudi (bahasa Inggris: Jewish holidays, atau Festival Yahudi; bahasa Inggris: Jewish festivals) adalah waktu-waktu tertentu yang dirayakan atau diperingati dengan cara khusus oleh orang Yahudi untuk memperingati suatu kejadian penting dalam sejarah, terutama menurut perintah kitab sucinya, Tanakh atau Alkitab Ibrani, sepanjang tahun.[Note 1] (sumbe wikipedia) Ada tiga sumber utama pelaksanaan hari-hari raya ini yaitu:

Daftar isi

Konsep Umum

Pengelompokan

Ada istilah-istilah yang dipakai untuk kelompok-kelompok hari raya.

Istilah

Beberapa istilah tertentu digunakan untuk merujuk hari-hari raya dalam kategori-kategori yang berbeda menurut sumber dan hakekatnya:
  • Sabat (שבת) (dilafalkan dari Yiddish oleh golongan Ashkenazi sebagai shabbos), atau "Sabbath", dirujuk hanya dengan nama tersebut.
  • Rosh Chodesh (ראש חוזש, atau "Bulan Baru") juga dirujuk hanya dengan nama itu.
  • Yom tov (יום טוב) (dilafalkan dari Yiddish oleh golongan Ashkenazi sebagai yontif) (secara harfiah berarti "hari baik") digunakan untuk menyebut hari-hari raya yang ditetapkan dalam Alkitab, di mana selama itu melacha dilarang. Hari-hari raya itu adalah Rosh Hashanah, Yom Kippur, hari pertama Sukkot, Shemini Atzeret-Simchat Torah, hari pertama dan terakhir Paskah, dan Shavuot.
  • Moed (מועד) ("musim festival") merujuk kepada masa-masa dirayakannya salah satu dari "Tiga Festival Ziarah" yaitu Paskah, Shavuot dan Sukkot. Jika dibandingkan dengan Yom Tov, maka lebih merujuk kepada Chol HaMoed, yaitu hari-hari di tengah berlangsungnya perayaan Paskah atau Sukkot.
  • Ḥag atau chag (חג) ("festival") dapat digunakan pada saat berlangsungnya yom tov atau moed. Juga digunakan untuk menyebut hari raya Hanukkah dan Purim, serta Yom Ha'atzmaut (Hari Kemerdekaan Israel) dan Yom Yerushalayim (Hari Yerusalem).
  • Ta'anit (תענית), atau, lebih jarang, tzom (צום), merujuk kepada suatu puasa. Istilah-istilah ini umumnya dipakai untuk waktu-waktu puasa rabbinik, meskipun tzom juga digunakan dalam liturgi, merujuk kepada Yom Kippur.[1]

Hari Sabat

Sebuah lukisan mengenai perayaan hari Sabat.
Sabat (שבת, Shabbat) adalah hari raya umat Yahudi yang dimaknai sebagai hari kebebasan dari pekerjaan, sebagaimana Allah beristirahat pada hari ke-7 dalam penciptaan.[2] Sabat mengingatkan manusia akan kemampuannya untuk beristirahat.[2] Orang Yahudi merayakan hari Sabat setiap hari Sabtu,[2] dengan perhitungan hari yang dimulai dari tenggelamnya matahari di hari Jumat hingga tenggelamnya matahari di hari Sabtu.[3] Kaum Yahudi membersihkan rumah mereka sebagai persiapan untuk menyambut hari Sabat.[2] Selain itu, mereka juga menyiapkan makanan-makanan yang lebih baik dibanding biasanya.[2]
Selama masa ini, setiap orang dilarang untuk melakukan 39 jenis kegiatan.[3] Karena menyalakan api dan memasak termasuk dari kegiatan-kegoatan tersebut, maka kaum Yahudi memasak masakan mereka satu hari sebelumnya.[3]
Selain Sabat yang berlangsung setiap hari Sabtu tersebut, ada juga yang disebut dengan Tahun Sabat yang berlangsung selama tujuh tahun sekali.[3] Pada tahun ini, segala tanaman yang ada di ladang dapat dinikmati oleh setiap orang (tidak terbatas oleh pemiliknya saja).[3] Segala hasil panen yang didapat pada tahu ini juga dilarang untuk diperjualbelikan.[3] Selain itu, pada akhir tahun, segala hutang-hutang yang dimiliki oleh seseorang dianggap telah lunas.[3]

Tahun Baru Yahudi

Bangsa Israel mengenal 4 tahun baru, yaitu :
  • 1 Nisan (bulan pertama) sebagai tahun baru agama[4] sekaligus tahun baru kalender Yahudi[5];
  • 1 Elul (bulan ke-6) sebagai tahun baru sepersepuluh lembu[4], atau disebut juga sebagai hari ulang tahun seluruh hewan-hewan[5];
  • 1 Tisyri (bulan ke-7) (Rosh Hashanah[3][5][6]) sebagai tahun baru masyarakat sipil dan para raja, sehingga bulan ini lebih disebut sebagai bulan pertama[4][5]. Sebagai bulan ke-7, bulan ini menempati posisi sebagai Sabat bulan-bulan dan dikhususkan untuk mengingat Allah dan alam semesta.[6]
  • 15 Syebat (bulan ke-11) sebagai tahun baru tanaman[4] (Rosh ha-Shanah la-Ilanot)[3] (disebut juga hari raya Tu B'Shevat[5]);

Hari Raya Paskah

Perlengkapan perayaan Paskah Yahudi.
Paskah (bahasa Yunani: Πάσχα Paskha) atau Ibrani (Pesakh berarti melewatkan), yakni kisah Allah membunuh anak-anak sulung Mesir.[4] Menurut kalender Yahudi, Perayaan ini selalu dimulai pada tanggal 14 Nisan yang bertepatan atau berselisih 1-2 hari sebelum atau sesudah bulan purnama dan berlangsung selama satu minggu.[4]
Ciri utama dari perayaan Paskah adalah makan bersama keluarga di rumah masing-masing yang dilakukan pada malam hari.[4] Hidangan utama dalam perayaan ini adalah domba Paskah dan perjamuan Paskah ini disebut seder. Sebelum melakukan perayaan ini (beberapa jam sebelum tanggal 14 Nisan), domba paskah tersebut disembelih di Bait Allah dan darahnya dipercikkan di atas altar.[7] Namun, tradisi ini tidak berlangsung lagi (atau setidaknya tidak dilakukan lagi di Bait Allah) sejak Bait Allah runtuh pada tahun 70 Masehi.[4] Walaupun demikian, tradisi ini masih dapat dijumpai pada masyarakat Samaria yang memang tidak menyembelih hewan kurban di Bait Allah.[8]

Pelaksanaan Ibadah Paskah Yahudi

Roti tak beragi.
Sebagai persiapan perayaan ini, setiap keluarga menyembelih seekor domba atau kambing jantan yang berumur setahun dan mengoleskan darahnya pada kedua tiang pintu rumah mereka.[4][9][10] Mereka memanggangnya lengkap dengan kepala dan isi perut.[4][9]. Sementara itu, anak-anak mencari sisa-sisa ragi roti dalam rumah dan membuangnya (benedikat chametz) sementara nyonya rumah menyalakan lilin Paskah (hadlakat ha-nerot) yang kemudian dilanjutkan dengan pemberkatan lilin dan cawan anggur pertama (kaddesh) dan pencucian tangan (urchatz).[4] Pertama dilakukan pemecahan roti tak beragi dan memakannya (yachatz) serta mencari afikomen (makanan pencuci mulut yang disembunyikan dalam roti tak beragi) lalu dilanjutkan dengan memakan salad yang dicelupkan ke dalam cuka dan air garam sebagai hidangan pembuka.[4] Kemudian, para tamu makan sayur pahit dan haroseth, yaitu pencampuran kenari, buah-buahan, dan anggur.[4]
Sebuah keluarga Yahudi melaksanakan festival Paskah.
Lalu, anak terkecil dalam keluarga tersebut (biasanya sudah disiapkan) bertanya kepada ayah atau kakeknya dengan pertanyaan-pertanyaan yang dikenal sebagai "Empat Pertanyaan" sebagai berikut:
  • Apakah yang berubah, malam ini, dibanding semua malam lain,
  1. "Pada malam lain, kita makan roti beragi atau roti tak beragi, tetapi mengapa malam ini kita hanya makan roti tak beragi ?"
  2. "Pada malam lain, kita makan makanan yang dimasak, dipanggang, atau direbus, tetapi mengapa malam ini hanya masakan yang dipanggang ?"
  3. "Pada malam lain, kita mencelup hanya satu kali, tetapi mengapa malam ini kita mencelup dua kali ?"
  4. "Pada malam lain, kita makan sambil duduk atau bersandar, tetapi mengapa malam ini kita semua duduk bersandar ?"[4]
Setelah mendengarkan pertanyaan tersebut, sang bapak menceritakan kisah mengenai perbudakan bangsa Israel di tanah Mesir. Setelah cerita selesai, seluruh keluarga meminum anggur kedua (maggid) dan mencuci tangan kedua kalinya (rachtzah) serta dilanjutkan dengan "pemberkatan" dan memakan roti tak beragi (motzi atau matsah), makan sayur pahit (maror) dan makanan penutupnya (korech).[4]
Setelah tahap tersebut berakhir, dilanjutkan dengan tahap perjamuan festival (shulcan orech) dan memakan afikomen.[4] Setelah makan, seluruh keluarga minum anggur ketiga dan mengundang Nabi Elia (barech).[4] Di antara tahap minum dan makan, dinyanyikan Mazmur Pujian (Hallel) yang diambil dari Mazmur 113-114 pada bagian pertama dan Mazmur 115-118 pada bagian penutup sebagai Mazmur Paskah.[4]
Hidangan terakhir adalah domba Paskah yang berumur setahun.[4] Setelah itu, dinyanyikan mazmur-mazmur pujian dan meminum anggur keempat (nirtzah).[4] Segala sisa makanan yang tersisa hingga keesokan harinya dibakar.[4][9]

Hari Raya Roti Tak Beragi (Hag Hammassot)

Festival Roti tak Beragi (Hag Hammassot) adalah bagian perayaan musim semi Yahudi yang berlangsung antara tanggal 15 hingga 21 Nisan.[4] Selama masa ini, orang Yahudi memakan roti tanpa ragi untuk mengingatkan mereka bagaimana mereka tidak memiliki waktu untuk mengembangkan roti mereka dalam persiapan mereka meninggalkan Mesir.[4]

Festival Menuai

Festival Menuai atau Menyabit Gandum (kemungkinan dirayakan bertepatan dengan perayaan Roti Tak Beragi) dihubungkan dengan masa menuai tanaman.[4] Hari raya ini dijadikan patokan penghitungan hari raya tujuh minggu panen.[4] Malam berikutnya, yang disebut dengan seder kedua, dirayakanlah Hari Pertama Omer (lag ba omer = seikat jelai) dengan membawa seikat jelai ke Bait Allah untuk dipersembahkan.[4] Inilah yang menjadi awal hari Pentakosta, sebab keesokan harnya adalah hari kelima puluh, yakni festival menuai gandum pada hari kelima puluh.[4]

Pentakosta (Shavuot)

Pentakosta (Shavuot)[6] merupakan pesta panen gandum pada hari kelima puluh sejak hari Sabat pertama setelah paskah.[4] Perayaan ini juga disebut sebagai perayaan tujuh pekan karena panen gandum dilakukan pada minggu ketujuh setelah menanamnya pada musim semi.[8] Perayaan ini dirayakan dengan perjamuan Tobit 2:1 dan mengunjungi Yerusalem Kisah Para Rasul 2:5-11.[4] Perjamuan yang diadakan tersebut disediakan bagi semua orang Ulangan 16:9-11.[4]
Selain pesta panen, Pentakosta juga diperingati sebagai hari turunnya Sepuluh Perintah Allah (Hukum Taurat).[6][7] Dengan demikian, perayaan ini juga dimaknai sebagai perayaan sejarah keselamatan.[11]
Perayaan ini dapat berlangsung selama dua hari[7] dan menjadi penutup masa raya Paskah.[4]

Hari-Hari Raya Besar (High Holy Days)

Hari-Hari Raya Besar (atau juga disebut "Days of Awe"[6]) adalah sebuah rangkaian festival yang berlangsung selama sepuluh hari yang dimulai pada tanggal 1 Tisyri.[5] Rangkaian festival ini dimulai oleh Rosh Hashanah dan ditutup oleh Yom Kippur.[6]
Pada rangkaian festival ini, semua orang diminta untuk mengenakan baju yang sederhana untuk menunjukkan kerendahan hati mereka kepada Allah.[6] Bahkan, di hari Yom Kippur, mereka tidak mengenakan kulit dan perhiasan sama sekali.[6]
Pada masa ini, kaum Yahudi menghabiskan sebagian besar waktu mereka pada siang hari di Sinagoge.[6]

Festival Tahun Baru Rakyat (Rosh Hashanah)

Sebuah Shofar, serunai yang ditiup pada perayaan tahun baru Yahudi.
Secara etimologis, Rosh Hashanah berarti "permulaan tahun".[5][6] Hari raya ini adalah pembuka festival hari-hari raya besar.[5] Hari raya ini juga seringkali disebut sebagai Yom Teruah (Hari Meniup Shofar)[5], Yom Hazikarom (Hari Mengingat)[5], Yom Hadim (Hari Penghakiman)[5], atau Ianim Nora'im (Hari Pertobatan Sepuluh Hari)[4].
Hari raya ini adalah hari raya terpenting dalam hari raya Yahudi.[6] Perayaan ini juga adalah perayaan tahun baru yang paling meriah dan penuh khidmat dibandingkan dengan perayaan tahun baru yang lainnya.[4][12] Selain memperingati mengenai hari penciptaan alam raya, pada hari ini juga diperingati hari kiamat.[6] Hari raya ini dilangsungkan selama dua hari.[6]
Pada perayaan ini, serunai yang disebut shofar ditiup sepanjang hari di sinagoge sebagai tanda perayaan.[4][5] Selain itu, ada makna-makna lain dari ditiupnya shofar pada hari itu :
  • Allah dinobatkan sebagai raja pada hari itu;[4]
  • Pembuka masa sepuluh hari penyesalan dan pertobatan;[4]
  • Taurat diberikan di Sinai dengan iringan shofar;[4][6]
  • Para nabi membandingkan berita mereka dengan tiupan shofar;[4]
  • Para serdadu yang menghancurkan Bait Allah membunyikan shofar;[4]
  • Mengingat kurban domba sebagai pengganti kurban Ishak;[13]
  • Mengingat Amos 3:6;[4]
  • Hari Tuhan adalah hari peniupan shofar Zefanya 1:14-16;[4]
  • Shofar besar merupakan masa mesianis Yesaya 27:13;[4]
  • Shofar akan dibunyikan pada hari kebangkitan.[7]

Festival Pendamaian (Yom Kippur)

Lukisan dengan tema Yom Kippur dibuat oleh Maurycy Gottlieb (1878)
Hari raya ini diperingati setiap tanggal 10 Tisyri dan kepentingannya disejajarkan dengan Sabat, bahkan disebut juga Sabat dari segala Sabat.[4] Hari ini juga dianggap sebagai hari yang paling kudus dalam setahun, sekaligus penutup festival tahun baru Yahudi.[4][14] Seluruh perayaan dipusatkan di sinagoge dan para petugas mengenakan jubah putih (kitel) dan umat diwajibkan untuk menjaga keheningan.[7] Pada perayaan Yom Kippur, sebagai puncak dari festival hari-hari raya besar, umat Yahudi dituntut untuk melakukan puasa dan melakukan doa-doa secara terus-menerus hingga tengah malam.[6] Perhiasan-perhiasan tidak boleh dipakai pada masa ini, setidaknya di dalam Sinagoge.[6]
2 hal terpenting dalam perayaan ini adalah dua ekor lembu (atau kambing) yang dikebiri.[4] Lembu pertama digunakan sebagai kurban penghapus dosa dan lembu lainnya digunakan sebagai kurban bakaran dan dipilih "tugasnya" dengan cara diundi terlebih dahulu.[4] lembu yang jatuh menjadi kurban bakaran disembelih, lalu darahnya dilumurkan ke atas penutup tabut perjanjian.[4] Penyembelihan ini dilakukan oleh Imam Besar dan para Imam dari suku Lewi.[4] Lembu kedua tidak disembelih, melainkan dicerca, dihina, dan dikutuki oleh seluruh umat Israel sebelum dilepaskan oleh seseorang yang sudah dipilih.[4] Hal ini melambangkan diangkutnya seluruh dosa umat Israel ke padang pasir.[4]
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan selama hari raya ini :
  • Berfokus pada pertobatan diri sendiri.[14]
  • Memperbanyak amal dan melakukan perbuatan baik.[14]
  • Membaca kisah-kisah yang menginspirasikan untuk bertobat.[14]
  • Sebaiknya tidak menggunakan banyak waktu untuk belajar mussar, walaupun dianjurkan untuk mempelajarinya setiap hari.[14]
  • Mempelajari mengenai doa-doa untuk memahami maknanya.[14]
  • Pengakuan dosa tdiak dilakukan hanya untuk dosa-dosa besar, namun juga dosa-dosa kecil dan bahkan kelakuan-kelakuan yang tidak kita yakin apakah itu dosa ataukah tidak.[14]
  • Menuliskan komitmen mereka untuk satu tahun ke depan dan melihat apakah mereka sudah melakukan apa yang mereka komitmenkan selama setahun.[14]

Festival Pondok Daun (Sukkot)

Foto sebuah sukkah.
Hari Raya Pondok Daun (Ibrani: סוכות or סֻכּוֹת, sukkōt) atau perayaan tabernakel adalah sebuah hari raya Yahudi yang merupakan perayaan pengucapan syukur bagi Israel atas hasil panen yang dirayakan selama tujuh hari pada bulan purnama di antara bulan September dan Oktober.[4] Perayaan ini dimulai 4 hari setelah perayaan Yom Kippur.[6] Pada perayaan pengumpulan hasil panen anggur ini, orang mengenang zaman pengembaraan dalam padang belantara Imamat 23:33-44.[4] Perayaan hari raya ini bersifat gembira.[6]
Setiap laki-laki Yahudi membangun sebuah pondok (sukkah) berdinding tiga dan memiliki atap yang terbuat dari ranting palem dan dedaunan.[4] Pondok-pondok tersebut disiapkan untuk menyambut tujuh tamu mistis, yaitu Abraham, Ishak, yakub, Musa, Harun, Yusuf, dan Daud yang dipercaya akan datang ke pondok yang dibuat itu selama festival tersebut berlangsung.[4]
Tema utama dari perayaan ini adalah untuk menyambut musim dingin.[4] Setiap pagi, para Imam membawa air dari mata air Siloam dan menyiramkannya sebagai pemujaan di atas altar.[4] Di hari terakhir, setelah para imam mengitari altar sebanyak tujuh kali, mereka berdoa untuk datangnya hujan di musim dingin.[4] Pada setiap malam, 4 obor dinyalakan.[4]
Dua hari pertama dianggap sebagai hari libur, dan banyak kegiatan dilarang.[6] Di hari kedelapan, perayaan ini ditutup dengan Hari Kedelapan Persekutuan Khidmat (Shemini azeret).[4] Di hari ini, orang tidak bekerja dan hanya berdoa bagi datangnya hujan.[4]

Festival Sukacita Taurat

Perayaan "Sukacita Taurat" (atau Simchat Torah) ini adalah perayaan akhir pembacaan Kitab Taurat selama satu tahun lingkaran liturgi.[4] Bagi umat Yahudi yang berada di Israel, hari raya ini diadakan bersamaan dengan Hari Kedelapan Persekutuan Khidmat (shemini azeret), namun bagi orang Yahudi diaspora, perayaan ini dirayakan sehari setelah shemini azeret.[4]
Pada perayaan ini, "Sang Mempelai Taurat" (hatan Torah) dan "Sang Mempelai Kitab Kejadian" (hatan Beresyit) - gelar bagi orang yang membacakan kalimat akhir (sekaligus kalimat pembuka) Kitab Taurat - dielu-elukan seperti seorang raja.[6][11]

Festival Kenisah (Hanukah)

Sebuah Menorah.
Festival Kenisah (Hanukah) atau juga sering dusebut Penahbisan Bait Allah dirayakan di Yerusalem pada tanggal 25 Kislew selama 8 hari.[4] Perayaan ini dirayakan bersamaan dengan masa Adven atau bahkan dengan hari raya Natal sehingga sering disebut secara keliru sebagai Natal Yahudi.[4] Pesta ini dirayakan sebagai peringatan Yudas Makabe yang menyucikan dan membangun kembali Kenisah yang sudah dirusak oleh lawan mereka.[4] Dalam perayaan ini, umat berarakan sambil membawa tongkat berhiaskan daun palem, mempersembahkan kurban, dan bernyanyi dengan iringan alat musik.[4] Perayaan ini dilaksanakan di rumah masing-masing keluarga.[6]
Di rumah-rumah maupun di Sinagoge[7], ada Menorah (lilin dengan delapan lengan tambahan di kiri dan kanannya) yang dinyalakan satu per satu setiap hari selama perayaan ini[6] (mirip dengan kebiasaan menyalakan lilin satu per satu setiap minggu dalam peringatan masa Adven).[4] Rumah-rumah maupun Bait Allah dipenuhi dengan lilin dan dekorasi yang terang.[4] Pada hari kedelapan, cahaya dari seluruh lilin yang telah menyala semua ditambah dengan cahaya matahari dan lampu-lampu lainnya memenuhi ruangan Bait Allah dengan cahaya yang terang benderang sehingga hari raya ini juga sering disebut dengan ritus cahaya.[4]

Festival Pesta Undi (Purim)

Festival Pesta Undi (Purim) diarayakan pada tanggal 13-15 Adar, atau menjelang tahun baru Yahudi.[4] Pada tanggal 13, umat berpuasa namun merayakan pesta pada tanggal 14 dan 15.[4] Dalam Ester 3:7, pesta ini dikisahkan berhubungan dengan pergumulan dan perjuangan bangsa Yahudi diaspora di negeri asing.[4] Pada tanggal14, gulungan Kitab Ester (Megillat Esther) dibacakan.[4]
Pada pesta ini, semua orang minum sepuasnya hingga mabuk dan tidak mampu lagi membedakan antara kutuk atas Haman dan berkat atas Mordekhai.[4] Ester 9:19 mengisahkan tata cara perayaan ini, di mana masyarakat Yahudi mengadakan perjamuan dan antar-mengantar makanan ke tetangga mereka.[4]

Hari Duka Nasional (Tisha B'Av)

Hari Duka Nasional ("Tisha B'Av", Tesha be-Ab) adalah hari pengenangan atas penderitaan bangsa Yahudi yang dilaksanakan pada tanggal 9 Ab.[4] Di sinagoga, dibacakan Kitab Ratapan nabi Yeremia, dan semua orang berpuasa di hari ini.[4] Dalam hari raya ini, umat Yahudi memperingati kehancuran Bait Allah yang pertama (586 sM) dan kedua (70 M), pembantaian pemberontak Yahudi oleh Roma (135), pengusiran orang Yahudi dari Spanyol (1492)[11], dan peristiwa menyedihkan lainnya yang terjadi pada umat Yahudi.[4] Pada hari ini, umat Yahudi berpuasa menjelang matahari terbenam dan berlangsung selama 25 jam, sampai matahari terbenam di hari berikutnya.[4] Kondisi berduka dan berpuasa tersebut ditekankan pada saat ibadah petang (ma'ariv) dan doa amidah sebelum pembacaan Kitab Ratapan.[7]

Hari Kemerdekaan Israel

Hari Kemerdekaan Israel diperingati setiap tanggal 14 Mei untuk merayakan kemerdekaan bangsa Israel pada tanggal 14 Mei 1948.[4] Hari raya ini juga dijadikan sebagai hari libur nasional.[11]

Lihat Juga

Catatan

  1. ^ Peringatan ini difokuskan pada praktik yang dilakukan oleh penganut Yudaisme Rabbinik umum. Orang Yahudi Karait dan orang Samaria memperingati hari-hari besar menurut Alkitab, tetapi tidak dengan cara yang sama, dan juga tidak selalu jatuh pada hari yang sama.

Referensi

  1. ^ Lihat teks liturgi Yom Kippur yang terdapat pada Unetanneh Tokef ("Ia menghakimi kita").
  2. ^ a b c d e (Inggris)Donna Schaper.1999.Sabbath Keeping.USA:Cowlet Publucation. hlm 1-10.
  3. ^ a b c d e f g h i (Inggris)R.J. Zwi Weblowsky dan Geoffry Wigoder.1965.The Encyclopedia of the Jewish Religion.USA:Massada - P.E.C. Press Ltd. hlm 285, 334, 336-337.
  4. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af ag ah ai aj ak al am an ao ap aq ar as at au av aw ax ay az ba bb bc bd be bf bg bh bi bj bk bl bm bn bo bp bq br bs bt bu bv bw bx by bz ca cb (Indonesia)Rasid Rachman.2005. Hari Raya Liturgi : Sejarah dan Pesan Pastoral Gereja. Jakarta : PT BPK Gunung Mulia. hlm 7-26
  5. ^ a b c d e f g h i j k l (Inggris)Judith Groner.1997.All about Rosh Hashanah.Rockville:Kar-Ben Copies. hlm1-6.
  6. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v (Inggris)Jacob Neusner, Alan J. Avery-Peck, dan William Scott Green.1999.The Encyclopedia of Judaism.New York:The Continuum Publishing Company. hlm 32-50.
  7. ^ a b c d e f g (Inggris)Raphael Posner. 1975. Jewish Liturgy : Prayer and Synagogue Service through the Ages. Jerusalem: Keter Publishing House. Kesalahan pengutipan: Invalid tag; name "Posner" defined multiple times with different content
  8. ^ a b (Inggris)Everett Ferguson. 1987. Backgrounds of Early Christianity. Michigan:Eerdmans.
  9. ^ a b c (Inggris)Hans-Joachim Kraus. 1966. Worship in Israel: A Cultic of the Old Testament. Diterjemahkan oleh Geoffrey Buswell. Basil Blackwell.
  10. ^ (Indonesia)H.H. Rowley. 1981. Ibadat Israel Kuno. Diterjemahkan oleh I.J. Cairns. Jakarta:BPK Gunung Mulia.
  11. ^ a b c d (Indonesia)Bosco da cunha. 1992. Merayakan Karya Penyelamatan: dalam Kerangka Tahun Liturgi. Yogyakarta:Kanisius.
  12. ^ (Inggris)Edward Goldman.1988.Rosh Hashanah:A Preliminary Translation and Explanation.USA:University of Chicago. hlm 1.
  13. ^ (Inggris)Adolf Adam. 1981. The Liturgical Year:its History and Its Meaning after the Reform of the Liturgy. Peublo Publishing Company.
  14. ^ a b c d e f g h (Inggris)Artscroll Mesorah Series.1989.Yom Kippur:Its Significance, Laws, and Prayers. New York:Mesorah Publications, Ltd. hlm 18-25.

KALENDER YAHUDI

Kalender Yahudi atau Kalender Ibrani (bahasa Ibrani: הלוח העברי ha'luach ha'ivri) adalah kalender lunisolar yang digunakan oleh bangsa Yahudi.[1] Kalender ini memiliki 12 bulan, dengan setiap bulannya berjumlah 29 atau 30 hari dan kurang lebih berjumlah 354 hari setiap tahunnya.[2]
Sistem penanggalan kalender ini disebut lunisolar karena berpatokan pada perubahan musim yang dipengaruhi oleh putaran matahari dan bulan.[3] Sebelum abad ke-7 SM, kalender dimulai dari musim gugur yang kemudian diikuti oleh perayaan-perayaan pertanian.[3] Namun, dalam penggunaan kedua sistem tersebut secara bersamaan, ada perbedaan jumlah hari di antara penanggalan dengan sistem Matahari dan bulan.[3] Perbedaan yang terjadi di setiap tahunnya berjumlah 11 hari, sehingga ada bulan ke-13 yang ditambahkan pada tahun kabisat.[4] Setelah zaman pembuangan, Sabat -sistem tujuh hari selama seminggu dan 354 hari dalam setahun- menjadi patokan kalender Yahudi.[3]
Peredaran bulan menjadi dasar pergantian hari yang dimulai dengan malam (dalam tradisi Yahudi kuno, hari baru dimulai setelah Matahari terbenam, hingga terbenamnya Matahari kembali di keesokan harinya).[3] Karena perpaduan antara sistem kalender Matahari dan bulan tersebut, kalender Yahudi selalu beriringan dengan Kalender Gregorian walaupun tetap memiliki perbedaan.[3]

Daftar isi

Sejarah

Kalender Yahudi tertua yang pernah ditemukan disebut dengan Seder Olam yang dibuat oleh rabi Yosé ben Halafta.[2] Perhitungan kalendar ini didasarkan pada usia orang-orang yang tercatat dalam Alkitab dan 6 hari penciptaan.[2] Menurut perhitungan ini, penciptaan terjadi sekitar tahun 3761 SM.[2]
Pada masa kerajaan, penambahan bulan ke-13 dilakukan secara periodik setelah mengamati kondisi agrikultural pada akhir bulan ke-12.[2] Dalam perkembangan selanjutnya, penambahan ini dilakukan pada tahun ke-3, 6, 8, 11, 14, 17, dan 19 dan siklus 19 tahun.[2]
Pada tahun 358, Hillel II mengajukan sebuah kalender permanen yang didasarkan pada perhitungan astronomi.[5]

Hari dan Jam

Satu hari dalam budaya Yahudi tidak mempunyai panjang yang tetap. Perhitungan hari didasarkan pada Referensi ayat Alkitab yaitu: "...Jadilah petang dan jadilah pagi..."[6] pada kisah Penciptaan yang ditulis pada Kitab Kejadianpasal 1dan 2. Menurut penafsiran rabinik klasik atas teks ini, maka satu hari Yahudi dimulai dari matahari terbenam (awal "petang") sampai matahari terbenam keesokan harinya. Faktor yang rumit adalah tidak adanya kepastian waktu matahari terbit dan terbenam pada garis lintang tinggi selama musim-musim tertentu. Pada musim panas di garis lintang tinggi, ketika matahari tidak pernah terbenam di bawah horizon, satu hari dihitung dari tengah hari ke tengah hari, sedangkan pada musim dingin, ketika matahari tidak pernah muncul di atas horizon, maka satu hari adalah dari tengah malam ke tengah malam berikutnya.
Dalam sejarah Yahudi tidak dikenal sistem jam, sehingga digunakan sistem jam umum yang dipakai di seluruh dunia dengan aturan wilayah waktu, waktu standar dan daylight saving. Sistem jam umum ini biasanya hanya menjadi Referensi, dalam istilah misalnya: "Sabat dimulai pukul ...". Perubahan teratur waktu terbenamnya matahari di seluruh dunia serta perubahan musim menghasilkan berubahnya panjang hari sepanjang tahun berdasarkan gejala astronomi yang teramati, dan bukan atas aturan buatan manusia.
Setiap jam dibagi atas 1080 halakim (singular: helek) atau "bagian". Satu bagian adalah 3⅓ detik atau 1/18 menit.

Minggu

Shevua [שבוע] adalah siklus mingguan yang terdiri atas tujuh hari, serupa dengan tujuh hari penciptaan dalam Kitab Kejadian di mana dunia dan isinya diciptakan. Nama-nama hari dalam minggu, sebagaimana yang tercatat dalam Kitab Kejadian adalah sekadar bilangan 1 sampai 7 dengan Sabat sebagai hari ketujuh. Setiap hari dalam seminggu dihitung mulai dari matahari terbenam sampai ke matahari terbenam berikutnya dan ditetapkan secara lokal.

Nama-nama hari

Berkas:Maurice Ascalon Shabbat Candle Sticks.jpg
Tempat lilin perunggu untuk hari Sabat yang dibuat di British Mandate Palestine pada tahun 1940-an.
Kalender Yahudi mengikuti siklus tujuh hari yang berjalan seiring tetapi tidak berhubungan dengan siklus bulanan maupun tahunan. Nama-nama hari sekadar bilangan urutan hari dalam seminggu. Dalam bahasa Ibrani, nama-nama ini dapat disingkat dengan menggunakan angka Ibrani (numerical value) yang diwakili oleh huruf-huruf tertentu, misalnya יום א׳ (Hari 1, atau Yom Rishon (יום ראשון)):
  1. Yom Rishon – יום ראשון (disingkat יום א׳), artinya "hari pertama" [seiring dengan hari Minggu] (dimulai dari saat matahari terbenam hari Sabtunya)
  2. Yom Sheni – יום שני (disingkat יום ב׳) artinya "hari kedua" [seiring dengan hari Senin]
  3. Yom Shlishi – יום שלישי (disingkat יום ג׳) artinya "hari ketiga" [seiring dengan hari Selasa]
  4. Yom Reviʻi – יום רביעי (disingkat יום ד׳) artinya "hari keempat" [seiring dengan hari Rabu]
  5. Yom Chamishi – יום חמישי (disingkat יום ה׳) artinya "hari kelima" [seiring dengan hari Kamis]
  6. Yom Shishi – יום ששי (disingkat יום ו׳) artinya "hari keenam" [seiring dengan hari Jumat]
  7. Yom Shabbat – יום שבת (disingkat יום ש׳), atau lebih sering disebut "Sabat" – שבת = "hari perhentian Sabat" [seiring dengan hari Sabtu].

Bulan

Kalender Yahudi menggunakan perhitungan lunisolar, artinya bulan-bulan didasarkan atas tahun lunar, tetapi tahun-tahun dihitung menurut tahun solar.[7] Rata-rata panjang satu bulan lunar (lebih tepatnya bulan sinodik atau synodic month) dekat dengan 29,5 hari. Karenanya, tahun dalam kalender Ibrani biasa terdiri dari 12 bulan lunar yang bergantian panjangnya 29 dan 30 hari.

Nama-Nama Bulan

Nama-nama bulan dalam kalender Yahudi[3]
# tahun eklesiasitikal # tahun sipil Ibrani Ejaan Tiberias Ejaan akademis Umum Jumlah hari Periode Hari Raya/
Penting
Catatan
1 7 נִיסָן Nīsān Nisan Nisan
Nissan
30 Maret - April Paskah Yahudi Disebut Abib (Keluaran 13:4, Keluaran 23:15, Keluaran 34:18, Ulangan 16:1)
atau Nisan (Ester 3:7) di Alkitab.
2 8 אִיָּר / אייר ʼIyyār Iyyar Iyar 29 April - Mei Pesach Sheni
Lag B'Omer
Disebut Ziw di 1 Raja-raja 6:1dan 37.
3 9 סִיוָן / סיוון Sīwān Siwan Sivan 30 Mei - Juni Shavuot
4 10 תַּמּוּז Tammūz Tammuz Tamus
Tamuz
29 Juni - Juli Seventeenth of Tammuz Asalnya nama dewa Babel, Dumuzi
5 11 אָב ʼĀḇ Av Ab 30 Juli - Agustus Tisha B'Av
Tu B'Av

6 12 אֱלוּל ʼĔlūl Elul Elul 29 Agustus - September

7 1 תִּשׁרִי Tišrī Tishri Tisyri 30 September - Oktober Rosh Hashanah
Yom Kippur
Sukkot
Shmini Atzeret
Simchat Torah
Disebut Ethanim di 1 Raja-raja 8:2.
Bulan pertama kalender sipil.
8 2 מַרְחֶשְׁוָן / מרחשוון Marḥešwān Marẖeshwan Markhesywan
Hesywan
29 / 30 Oktober - November
Disebut Bul di 1 Raja-raja 6:38.
9 3 כִּסְלֵו Kislēw Kislew Kislew
Chisleu
Chislev
29 / 30 November - Desember Hanukkah
10 4 טֵבֵת Ṭēḇēṯ Tebeth Tebet 29 Desember - Januari Tenth of Tevet
11 5 שְׁבָט Šəḇāṭ Shevat Shvat
Syebat
30 Januari - Februari Tu Bishvat
12L* 6* אֲדָר א׳
Adar I* Adar 30 Februari - Maret
*Hanya ada pada tahun kabisat.
12 6 אֲדָר / אֲדָר ב׳ ʼĂḏār Adar / Adar II* Adar 29 Februari - Maret Purim

Referensi

  1. ^ (Inggris)Jacob Neusner, Alan J. Avery-Peck, dan William Scott Green.1999.The Encyclopedia of Judaism.New York:The Continuum Publishing Company. hlm 32-50.
  2. ^ a b c d e f (Inggris)Geoffry Wigoder.1989.The Encyclopedia of Judiasm. New York : Macmillan Publishing Company. hlm 145-146.
  3. ^ a b c d e f g (Indonesia)Rasid Rachman.2005. Hari Raya Liturgi : Sejarah dan Pesan Pastoral Gereja. Jakarta : PT BPK Gunung Mulia.
  4. ^ (Inggris)Solomon Gandz. 1956. Sanctification of a New Moon. New Haven:Yale University Press.
  5. ^ (Inggris)R.J. Zwi Werblowsky dan Geoffry Wigoder.1997.The Oxford Dictionary of The Jewish Religion. New York : Oxford University Press. hlm.145-146
  6. ^ Kejadian 1:5; Kejadian 1:8; Kejadian 1:13; Kejadian 1:19; Kejadian 1:23; Kejadian 1:31; dan Kejadian 2:2.
  7. ^ Sebagai perbandingan, kalender Gregorian murni merupakan kalender solar, sedangkan kalender Islam adalah murni kalender lunar.

TISHA B'AV PERAYAAN BERKABUNG YAHUDI

Tisha B'Av (bahasa Ibrani: תשעה באב atau ט׳ באב, Tesha Be-Ab "Tanggal 9 bulan Ab") adalah hari berkabung bagi orang Yahudi setiap tahun yang jatuh pada tanggal 9 bulan Ab yaitu bulan ke-5 di kalender Yahudi. Jika tanggal 9 Ab jatuh pada hari Sabat, maka peringatan diganti tanggal 10 Ab. Peringatan berupa puasa 25 jam dan doa, diiringi pembacaan Kitab Ratapan dan Kitab Ayub. Ada sejumlah bencana yang diperingati pada hari ini, terutama hancurnya Bait Suci pertama dan kedua pada tanggal yang sama dalam kalender Yahudi meskipun terpisah 655 tahun.
Batu-batu reruntuhan yang digali dari Tembok Ratapan di Yerusalem, akibat pemukul tembok Romawi tahun 70 M
Tiga minggu terakhir sebelum Tisha B'Av dikenal sebagai Peringatan 3 Minggu, sedangkan 9 hari terakhir sebelum Tisha B'Av disebut Peringatan 9 hari.


Lima Bencana Utama

Menurut Mishnah Taanit 4:6, ada 5 peristiwa penting yang menyedihkan terjadi pada 9 Ab.
  1. Dua belas mata-mata dikirim oleh Musa untuk melihat tanah Kanaan. Hanya 2 orang, Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune yang membawa berita baik, 10 yang lain menceritakan hal-hal yang buruk tentang tanah itu, sehingga bangsa Israel berputus asa dan memberontak kepada Tuhan YAHWEH. Akibatnya Tuhan menghukum bangsa itu, yaitu setiap orang berusia 20 tahun ke atas saat itu tidak akan menginjakkan kaki ke tanah Kanaan, kecuali Yosua dan Kaleb. (Bilangan 13–14)
  2. Kehancuran Bait Suci pertama yang dibangun oleh raja Salomo serta berakhirnya Kerajaan Yehuda di tangan raja Babel Nebukadnezar II pada tahun 586 SM. Penduduk Yehuda kemudian dibawa ke dalam Pembuangan ke Babel. Bait Allah mulai dihancurkan tanggal 7 Ab (2 Raja-raja 25:8) dan berlangsung sampai tanggal 10 (Yeremia 52:12). Api mulai disulut pada siang hari tanggal 9 (Ta'anit 29a).
  3. Kehancuran Bait Suci kedua yang dibangun oleh Ezra dan Nehemia di tangan tentara Romawi pada bulan Agustus 70 M (3830 AM), sehingga orang-orang Yahudi tersebar ke luar dari tanah Israel. Menurut Talmud Ta'anit, kehancuran dimulai tanggal 9 Ab dan Bait Suci terbakar sampai tanggal 10 Ab.
  4. Tentara Roma menghancurkan pemberontakan Bar Kokhba dan menghancurkan kota benteng Betar, membunuh lebih dari 100.000 orang Yahudi, pada tanggal 8 Juli 132 (9 Ab 3892 AM).[1]
  5. Sebagai kelanjutan pengepungan Yerusalem tahun 70 M, jenderal Romawi Turnus Rufus menghancurkan bekas-bekas Bait Suci dan daerah sekitarnya tahun 133.[2]

Bencana lain

Di kemudian hari ada peristiwa sedih lain yang diperingati pada tanggal 9 Ab:
  • Perang Salib pertama diumumkan oleh Paus Urban II pada tanggal 20 Juli 1095 (9 Ab 4855 AM), membunuh 10.000 orang Yahudi di bulan pertamanya dan menghancurkan pemukiman Yahudi di Perancis dan daerah Rhineland.[1]
  • Orang Yahudi diusir dari Inggris tanggal 25 Juli 1290 (9 Ab 5050 AM).[1]
  • Orang Yahudi diusir dari Spanyol menurut Dekrit Alhambra pada tanggal 11 Agustus 1492 (9 Ab 5252 AM).[2]
  • Pada tanggal 1 Agustus 1914 (9 Ab 5674 AM), Perang Dunia I pecah dan mengakibatkan kehancuran yang luar biasa di Eropa serta menjadi dasar Perang Dunia II dan Holocaust (Pembantaian orang Yahudi oleh Nazi Jerman).[2]
  • Di sore hari 9 Ab 5702 AM (23 Juli 1942), deportasi massal orang Yahudi dimulai dari Warsaw Ghetto ke Treblinka.[3]
  • Gedung komunitas Yahudi di Buenos Aires dibom dengan korban 86 meninggal dan 300 luka-luka, pada hari Senin, 18 Juli 1994 (10 Ab 5754 AM).[1][4]

Aturan Peringatan

Tisha B'Av mengikuti aturan yang sama ketatnya dengan peringatan Yom Kippur. Selain puasa 25 jam, mulai petang hari 9 Ab sampai ke awal petang hari berikutnya, juga ada 5 larangan:[5]
  1. Dilarang makan atau minum
  2. Dilarang membasuh atau mandi
  3. Dilarang memakai krim atau minyak
  4. Dilarang memakai sepatu kulit
  5. Dilarang berhubungan badan


Pelayanan kasih JEMAAT PENTAKOSTA INDONESIA

Pelayanan kasih JEMAAT PENTAKOSTA INDONESIA Pelayanan yang memberi perhatian terhadap kebutuhan jasmani umat. Karena gereja adalah orangnya bukan bangunan, maka yang terlebih penting adalah pembangunan manusianya, jika jemaat secara jasmani kebutuhan pokoknya terpenuhi maka ia akan lebih banyak waktu disediakan bagi hal rohani dibandingkan yang sangat kekurangan. Khotbah Yahshua (Jesus) pada lima ribu pria dewasa selama beberapa hari, setelah melihat umat membutuhkan makanan, maka ia memberi penegasan pada para rasul (pemimpin gereja) katanya : "Kamu HARUS memberi mereka MAKAN" hal ini bukan hanya rohaniah tetapi secara ril Ia wujudkan dengan pengadaan makanan roti jasmani. Yahshua memberi contoh dan Ia sebagai guru yang mengajarkan kebenaran sebagai doktrin gereja yang seharusnya diterapkan dalam gereja. Hal ini juga ternyata terus dipraktekkan para rasul dalam gereja yang dipimpin mereka, hal ini dapat dilihat pada kisah para rasul, dikatakan "jemaat tidak seorangpun berkurangan" bahkan selanjutnya disebutkan karena perhatian hal kebutuhan jasmani menjadi bagian tugas gereja maka diangkatlah 7 diaken untuk menangani khusus hal ini. Pelayanan sosial menjadi tanggung jawab gereja, bukan hanya dikerjakan setahun sekali tapi menjadi salah satu tugas utama. Pelayanan perawatan orang sakit, penyediaan sembako, pakaian, rumah bahkan pekerjaan jemaat seharusnya gereja dapat memberikan solusi. Hal ini yang menjadi dasar dan praktek pelayanan Jemaat Pentakosta Indonesia dalam melayani umat. Selamat berjuang para pahlawan Yahweh. Weshalom Cohen JPI