Rabu, 15 Desember 2010

YAHWEH

YAHWEH 
TUHAN SI PENCIPTA ALAM SEMESTA

Kata Tetragrammaton dalam Bahasa Fenisia (1100 SM hingga 300 M), bahasa Aram (abad ke-10 SM sampai 1 SM) dan tulisan Ibrani Modern.
 
Disebut huruf Tetragrammaton (Bahasa Yunani: τετραγράμματον kata dengan empat huruf) nama dalam bahasa Ibrani untuk Tuhan, yang dieja (dalam aksara Ibrani); י (yod) ה (heh) ו (vav) ה (heh) or יהוה (YHWH), tetragramaton adalah nama pribadi dari Tuhan orang Israel.
Dari semua nama Tuhan di Perjanjian Lama, Tetragrammaton muncul paling sering, sebanyak 6.823 kali menurut Jewish Encyclopedia, namun menurut Biblica Hebraica dan Biblica Hebraica Stuttgartensia, teks asli dari Tulisan Ibrani yang ditulis dalam bahasa Ibrani dan bahasa Aram, berisi tulisan Tetragrammaton sebanyak 6.828 kali. Banyaknya penulisan Tetragramaton di dalam tulisan tulisan tersebut mengindikasikan rujukan yang lebih pribadi terhadap jatidiri Sang Penguasa. (Berlawanan dengan gelar yang tidak pribadi seperti "Tuhan" atau "Bapa"). Banyak pengkaji Alkitab melihat ini sebagai bukti bahwa penulis Alkitab (dan orang orang Ibrani dan Israel kuno) melihat nama yang direpresentasikan dengan Tetragrammaton sangat penting dan sering digunakan dalam perkataan dan doa-doa sehari-hari. Dan untuk yang percaya bahwa Alkitab diinspirasikan oleh Tuhan, hal ini menunjukkan bagaimana perasaan-Nya terhadap nama pribadi-Nya
Dalam agama Yahudi, Tetragrammaton adalah nama Tuhan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, dan tidak boleh disebut atau diucapkan pada pembacaan tulisan suci dan doa, sehingga di ganti dengan Adonai ("Tuanku"). Bentuk tertulis lain seperti ד׳ atau ה׳ dibaca Hashem (Sang Nama), dan digunakan karena alasan yang sama.

Yehuwa

Tetragrammaton juga seringkali diucapkan Yehuwa, Yehova, Yehovah, Jehova, atau Jehovah, tergantung kemampuan lidah si pembaca, dan ketersediaan huruf dalam aksara si penulis. Istilah-istilah tersebut adalah ejaan alternatif untuk Yahweh, bentuk tetragrammaton YHWH yang dipakai dalam terjemahan Alkitab versi Alkitab LAI Terjemahan Baru yang umum dipakai oleh kalangan Kristen di Indonesia.
Berhubung bahasa Ibrani ditulis dengan huruf 'gundul', maka "Yehuwa" adalah sebuah vokalisasi tentatif saja.
Yehuwa jika dialihaksarakan dalam abjad Latin menjadi YHWH. Walaupun YHWH ditulis dalam huruf Ibrani gundul, namun pengucapannya tetap sama, sebagaimana Musa mengulangi firman YHWH, yaitu Yahweh. Hingga hari ini pun orang Israel membacanya/mengucapkannya dengan YAHWEH.

ALLAH DALAM TERJEMAHAN KITAB  BAHASA INDONESIA MENYALAHI KAIDAH BAHASA
Kata Yehova diserap ke dalam bahasa Jawa menjadi "Yehuwah" yang tertulis pada Alkitab terjemahan bahasa Jawa. Sedangkan pada Alkitab terjemahan bahasa Indonesia tertulis "ALLAH" (dalam huruf kapital semua) atau "TUHAN", walaupun hal tersebut menyalahi kaidah bahasa, karena nama diri tidak boleh diganti/diterjemahkan.

Pelayanan kasih JEMAAT PENTAKOSTA INDONESIA

Pelayanan kasih JEMAAT PENTAKOSTA INDONESIA Pelayanan yang memberi perhatian terhadap kebutuhan jasmani umat. Karena gereja adalah orangnya bukan bangunan, maka yang terlebih penting adalah pembangunan manusianya, jika jemaat secara jasmani kebutuhan pokoknya terpenuhi maka ia akan lebih banyak waktu disediakan bagi hal rohani dibandingkan yang sangat kekurangan. Khotbah Yahshua (Jesus) pada lima ribu pria dewasa selama beberapa hari, setelah melihat umat membutuhkan makanan, maka ia memberi penegasan pada para rasul (pemimpin gereja) katanya : "Kamu HARUS memberi mereka MAKAN" hal ini bukan hanya rohaniah tetapi secara ril Ia wujudkan dengan pengadaan makanan roti jasmani. Yahshua memberi contoh dan Ia sebagai guru yang mengajarkan kebenaran sebagai doktrin gereja yang seharusnya diterapkan dalam gereja. Hal ini juga ternyata terus dipraktekkan para rasul dalam gereja yang dipimpin mereka, hal ini dapat dilihat pada kisah para rasul, dikatakan "jemaat tidak seorangpun berkurangan" bahkan selanjutnya disebutkan karena perhatian hal kebutuhan jasmani menjadi bagian tugas gereja maka diangkatlah 7 diaken untuk menangani khusus hal ini. Pelayanan sosial menjadi tanggung jawab gereja, bukan hanya dikerjakan setahun sekali tapi menjadi salah satu tugas utama. Pelayanan perawatan orang sakit, penyediaan sembako, pakaian, rumah bahkan pekerjaan jemaat seharusnya gereja dapat memberikan solusi. Hal ini yang menjadi dasar dan praktek pelayanan Jemaat Pentakosta Indonesia dalam melayani umat. Selamat berjuang para pahlawan Yahweh. Weshalom Cohen JPI